TIMES PRIANGAN TIMUR, JAKARTA – Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 lewat babak tambahan waktu dalam final sarat kontroversi di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu malam waktu setempat atau Senin (19/1/2026) dini hari WIB
Gol tunggal kemenangan Singa Teranga dicetak gelandang Pape Gueye pada menit ke-94, hanya beberapa menit setelah Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan penalti untuk Maroko di masa injury time babak kedua.
Penalti dan Pemain Walk Off
Insiden bermula ketika wasit Jean-Jacques Ndala asal Kongo, usai meninjau VAR, menunjuk titik putih menyusul pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Brahim Diaz saat situasi sepak pojok. Keputusan itu memicu ketegangan, adu argumen antarpemain, hingga pelatih Senegal Pape Bouna Thiaw menarik timnya keluar lapangan.
Kapten Senegal Sadio Mane akhirnya membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan. Setelah jeda sekitar 14 menit, penalti pun dieksekusi. Namun, Diaz gagal memanfaatkannya setelah mencoba tendangan ala Panenka yang dengan mudah diamankan kiper Senegal Edouard Mendy.
Senegal Bangkit
Kegagalan tersebut menjadi titik balik. Senegal tampil lebih agresif di babak tambahan waktu dan langsung menghukum Maroko. Mane merebut bola di lini tengah, mengalirkannya kepada Idrissa Gana Gueye, yang kemudian memberi umpan terobosan kepada Pape Gueye. Gelandang Villarreal itu sukses menahan kawalan Achraf Hakimi sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau Yassine Bounou.
Gol tersebut membuat 66.526 penonton tuan rumah terdiam. Maroko sempat mencoba bangkit dan nyaris memaksakan adu penalti, namun sundulan Nayef Aguerd di babak tambahan waktu kedua hanya membentur mistar gawang.
Drama final ini semakin lengkap setelah Senegal sebelumnya juga dianulir golnya pada menit akhir waktu normal. Sundulan Abdoulaye Seck yang membentur tiang disambar Ismaila Sarr, tetapi dianulir wasit karena pelanggaran.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan untuk Senegal. Kekalahan ini memperpanjang penantian Maroko yang terakhir kali menjuarai Piala Afrika 50 tahun lalu, meski tampil sebagai tuan rumah.
Bagi Senegal, gelar ini menjadi trofi Piala Afrika kedua dalam tiga edisi terakhir, setelah sebelumnya menjuarai turnamen 2022 dengan mengalahkan Mesir lewat adu penalti. Menariknya, gol Pape Gueye juga menjadi gol pertama Senegal dalam sejarah final Piala Afrika, setelah tiga final sebelumnya selalu berakhir tanpa gol.
“Ini pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami memberikan segalanya,” ujar Pape Gueye usai laga. Sementara pelatih Maroko Walid Regragui mengaku kecewa. “Ketika mendapat penalti di menit terakhir, kemenangan terasa sangat dekat. Tapi sepak bola punya caranya sendiri,” katanya.
CAF diperkirakan akan melakukan evaluasi atas insiden walk-off Senegal serta aspek pengamanan pertandingan, menyusul ketegangan yang mencoreng final turnamen yang secara umum berjalan sukses. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Drama Penalti dan Walk-Off, Senegal Bungkam Maroko di Final Piala Afrika 2025
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |