Pihak Korban Pertanyakan Soal Dugaan Kesalahan Input Data Vaksinasi di Kota Banjar
TIMES Priangan Timur/Menanggapi permintaan maaf Kapolres, Zaenal Arifin mengatakan tidak cukup permintaan maaf saja (foto: Susi/TIMES Indonesia)

Pihak Korban Pertanyakan Soal Dugaan Kesalahan Input Data Vaksinasi di Kota Banjar

Adanya kesalahan input seperti yang disampaikan Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K, M.Si kepada TIMES Indonesia dalam berita sebelumnya ditanggapi oleh Zaenal Arif ...

TIMES Priangan Timur,Jumat 8 April 2022, 17:17 WIB
10K
S
Sussie

BANJARAdanya kesalahan input seperti yang disampaikan Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K, M.Si kepada TIMES Indonesia dalam berita sebelumnya ditanggapi oleh Zaenal Arifin, orang tua yang mempertanyakan NIK anaknya masuk dalam data penerima vaksinasi Covid-19 dalam aplikasi pedulilindungi.

Zaenal Arifin menyoroti kesalahan sistem seperti yang diutarakan Kapolres. Pasalnya, saat memasukan NIK, maka akan muncul nama karena tersambung ke server Capilduk.

"Tapi untuk alamat itu kan diketik manual. Pertanyaannya ketika NIK, nama dan alamat itu sama berarti bukan kesalahan sistem atau kesalahan input berarti petugas memang melihat pada data yang ada," ungkapnya.

Zaenal menduga ada faktor kesengajaan dalam input data yang terstruktur, sistematis dan massif untuk menginput data massal ini.

"Karena data yang muncul antara NIK, nama dan alamat sama semuanya. Kecuali nomor hape itu ditembak mungkin ya," katanya.

article
Korban kesalahan input menduga adanya faktor kesengajaan dalam input data vaksin (foto: Susi/TIMES Indonesia)

Selain ada dugaan faktor kesengajaan dalam memanipulasi data yang belum diketahui apa motifnya.

"Saya sebagai orangtua merasa dirugikan dengan dimasukannya data anak saya dalam aplikasi pedulilindungi," tegasnya.

Menurutnya, ini sudah masuk dalam kejahatan ITE dimana tanpa seizin pemiliknya, data tersebut digunakan.

"Kami minta agar dipertemukan dengan pihak-pihak terkait untuk mengurai benang kusutnya. Jadi, ada kejelasan dan transparansi data," pintanya.

Zaenal menegaskan sebelum pihaknya mengambil jalur ke ranah hukum, pihaknya menuntut dilakukan bedah data vaksinasi.

"Sebagai orangtua, saya menjadi curiga dengan adanya data yang mengarah kepada satu tempat lokasi vaksin seolah-olah ini adalah sengaja dimanipulasi, maka saya minta tranparansi terkait proses input data dan dari mana mendapatkan data serta untuk apa data ini dimanipulasi," desaknya.

Hal senada disampaikan Dede Komara, warga lingkungan Tanjungsukur Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Dirinya mengapresiasi sikap Kapolres yang mengakui adanya kesalahan terhadap penginputan data. "Tapi tidak cukup dengan permintaan maaf saja, karena ini tentang data berarti ada yang harus bertanggungjawab terhadap kesalahan input data tersebut," ujarnya.

Dede minta kepolisian transparan dalam menyelesaikan persoalan data vaksinasi tersebut. Menurutnya, Kapolres harus menjelaskan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam proses input data vaksin yang diduga dimanipulasi itu. "Karena hanya bukan hanya satu kasus saja yang dimanipulasi datanya, ada 4 dan bisa saja kalau kita ada bisa bertambah lagi. Ini yang harus dipertanggungjawabkan dan akan terus kami pertanyakan," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sussie
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Priangan Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.