Silaturahmi Lebaran di Majalengka, Saat Kata Maaf Satukan Hati Kembali
TIMES Priangan Timur/Ilustrasi silaturahmi lebaran saat kata maaf menyatukan kembali hati. (FOTO: istimewa)

Silaturahmi Lebaran di Majalengka, Saat Kata Maaf Satukan Hati Kembali

Di berbagai kampung hingga kawasan perkotaan Majalengka, pintu-pintu rumah terbuka lebar menyambut kedatangan keluarga, tetangga, dan kerabat.

TIMES Priangan Timur,Sabtu 21 Maret 2026, 12:20 WIB
320
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAHari Raya Idul Fitri di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, selalu menghadirkan suasana lebaran yang penuh kehangatan.

Setelah melaksanakan shalat Id, masyarakat mulai bergerak dari rumah ke rumah, menjalin silaturahmi yang telah menjadi tradisi turun-temurun setiap Lebaran.

Di berbagai kampung hingga kawasan perkotaan Majalengka, pintu-pintu rumah terbuka lebar menyambut kedatangan keluarga, tetangga, dan kerabat.

Senyum hangat serta jabat tangan penuh makna menjadi pemandangan yang hampir terlihat di setiap sudut kampung.

Anak-anak mengenakan pakaian baru sambil berlarian dari satu rumah ke rumah lainnya, sementara orang dewasa duduk bersama di ruang tamu, saling berbincang dan menikmati hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, serta berbagai kue tradisional.

Tradisi silaturahmi Lebaran di Majalengka tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momen penting untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar keluarga maupun antarwarga.

Tokoh masyarakat Majalengka, Ateng, mengatakan bahwa budaya silaturahmi saat Lebaran memiliki nilai sosial yang sangat kuat di tengah masyarakat.

"Lebaran adalah waktu yang paling tepat untuk saling memaafkan. Dalam tradisi masyarakat Majalengka, silaturahmi bukan hanya sekadar berkunjung, tetapi juga memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang," ujar Ateng.

Menurutnya, nilai kebersamaan yang muncul saat Lebaran menjadi salah satu kekuatan budaya yang masih terjaga di tengah perubahan zaman.

"Ketika orang saling berjabat tangan dan mengucapkan maaf lahir batin, di situlah hati kembali disatukan," katanya.

Hal serupa juga dirasakan oleh salah seorang warga Majalengka, Dewi Kartika, yang setiap tahun mengunjungi rumah kerabat dan tetangganya saat Lebaran.

"Biasanya setelah shalat Id kami langsung keliling ke rumah saudara dan tetangga. Rasanya senang bisa berkumpul, bercanda, dan saling memaafkan," ungkapnya.

Ia mengaku tradisi tersebut selalu menghadirkan kebahagiaan tersendiri, terutama ketika seluruh anggota keluarga dapat berkumpul dalam satu waktu.

"Kadang setahun sekali baru bisa bertemu lengkap. Jadi momen Lebaran benar-benar dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga," ujarnya.

Di Majalengka, silaturahmi Lebaran bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah jembatan yang menyatukan kembali hati yang mungkin sempat berjauhan.

Di tengah hidangan sederhana dan tawa keluarga, kata maaf menjadi kekuatan yang menghangatkan hubungan antar sesama. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Priangan Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.