Mojang Pinilih Kota Tasikmalaya 2025, Amanda Sabela Putri Cuhaya. (FOTO: Sabela for TIMES Indonesia)

Langkah Amanda Sabela Menjaga Denyut Bahasa Daerah Lewat Ruang Kreatif

Di mata Amanda Sabela, pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai dari gerakan yang masif, melainkan dapat dipupuk melalui kebiasaan kecil yang konsisten.

TIMES Priangan Timur,Kamis 25 Juni 2026, 05:39 WIB
199
W
Wandi Ruswannur

TASIKMALAYALangkah awal kerap kali menjadi penentu sebuah perjalanan panjang. Bagi Amanda Sabela Putri Cuhaya, ruang sunyi dalam dirinya bukanlah sebuah batasan, melainkan sebuah titian untuk melangkah lebih jauh.

Di tengah deru urbanisasi yang kian mengikis penggunaan bahasa ibu di tanah kelahirannya, Mojang Pinilih Kota Tasikmalaya 2025 ini memilih bergerak sunyi namun berdampak melalui sebuah ruang diskusi kreatif.

Gadis cantik berusia 21 tahun yang akrab disapa dengan Sabela ini melihat adanya kecenderungan generasi muda yang mulai berjarak dengan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, mahasiswi Program Studi Ilmu Politik Universitas Siliwangi ini menggagas program bernama Ngariung. Bersama rekan-rekan Moka Kota Tasikmalaya, ruang ini dirancang sebagai wadah adaptasi dan pelestarian budaya yang segar bagi anak muda.

"Melalui pendekatan yang santai, program Ngariung mengemas pelestarian bahasa melalui permainan interaktif, sesi tanya jawab, dan praktik budaya langsung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Sabela mengungkapkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai dari gerakan yang masif, melainkan dapat dipupuk melalui kebiasaan kecil yang konsisten agar mudah diterima oleh masyarakat luas.

Ruang Tumbuh dari Panggung Seni hingga Organisasi

Darah seni yang mengalir kuat dalam tubuh anak pertama dari dua bersaudara ini lahir dari bimbingan sang ibu yang juga seorang seniman.

Sejak usia sebelas bulan, Sabela sudah akrab dengan dunia modeling yang kemudian membuka jalan bagi talenta lainnya.

Ia tercatat Juara 1 Fotogenik Kategori A Pemilihan Putra Putri Priangan se-Jawa Barat pada 2008, Juara Umum Pemilihan Calon Bintang TV 3 Denny's Modelling Tingkat Nasional berturut-turut pada 2011 dan 2012, hingga menyabet Juara Umum Putri Muslimah pada Pemilihan Super Model Busana Muslim Tingkat Nasional tahun 2016.

Tidak hanya modeling, ruang kreativitasnya merambah ke dunia tarik suara dan seni tradisi.

Sabela tercatat pernah meraih Juara 3 Lomba Lagu Islami grup pada Gema Ramadan 2021 sekaligus merilis single religi berjudul Ampunan-Mu pada tahun yang sama, serta memenangi lomba fashion show duo pada Gema Ramadan tahun 2022 dan 2023.

Di sela kesibukannya sebagai model freelance dan persiapan rilis single Sunda keduanya, ia juga aktif menekuni tari Jaipong, mengikuti lomba Pupuh sejak sekolah dasar, hingga dipercaya menjadi dewan juri di berbagai ajang peragaan busana.

Pengalaman lapangannya pun terbentang luas dari sektor olahraga sebagai atlet atletik tingkat SMP pada periode 2017 hingga 2018, keterlibatan di dunia otomotif sebagai Umbrella Girl Event One Prix Tasikmalaya 2023, model rambut brand Matrix pada 2022, hingga beradu peran sebagai akademisi dalam film pendek Hari Jadi Kota Tasikmalaya tahun 2024.

Kepiawaiannya dalam menjaga akar budaya juga ditunjukkan lewat penampilah seni Pencak Silat dalam Unjuk Kabisa Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya 2025. Pengalaman tersebut berkelindan dengan keaktifannya berorganisasi sejak duduk di bangku SMP melalui OSIS, KPU-OSIS, Pramuka, serta komunitas musik.

Menembus Batas Diri Bersama Dukungan Terdekat

Menjadi seorang figur publik lokal sebagai Mojang Pinilih diakui Sabela sebagai lompatan besar bagi pribadinya yang cenderung tertutup. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, namun tekad berkontribusi pada daerah mengalahkan keraguannya.

"Dukungan penuh dari pemerintah daerah, masyarakat, serta rekan pasangannya, Jajaka Ahmad Gading, menjadi bahan bakar utama bagi saya dalam menunaikan tugas sebagai duta daerah," katanya sembari tersenyum manis.

Di balik ketangguhannya, sosok ibu tunggal menjadi pilar paling berpengaruh yang mengajarkan arti ketekunan dan pengorbanan. Melalui akun Instagram miliknya di @sabelachy dan TikTok @sarcytsuki, Sabela kerap membagikan kilas perjalanan dan pesan motivasi bagi pengikutnya.

"Dari ibu pula saya banyak belajar perihal cara membentuk karakter, mengasah kepekaan seni, dan menemukan keberanian untuk terus melangkah di tengah tantangan yang hadir," imbuh Sabela menjabarkan.

Guna merangkul generasi muda agar berani berkembang, ia mengusung tagline personal BELieveInYou yang menyisipkan namanya sebagai pengingat akan potensi diri. Sabela menegaskan bahwa setiap individu memiliki pesona dan perannya masing-masing dalam menjaga identitas budaya.

"Melalui keyakinan kecil itu, saya berharap dapat menginspirasi anak muda terutama kaum perempuan untuk tidak takut mencoba hal baru dan bergerak bersama demi mewujudkan Tasikmalaya yang berdaya," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Priangan Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.