Wali Kota Malang: Lima Jurnalis yang Hilang Sedang Menjalankan Tugas Mulia
Wali Kota Malang mendoakan 5 jurnalis yang hilang saat Liputan Erupsi Gunung Krakatau bersama Jurnalis Malang Raya, Jumat (11/9/2026). (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia).

Wali Kota Malang: Lima Jurnalis yang Hilang Sedang Menjalankan Tugas Mulia

,Jumat 11 September 2026, 19:54 WIB
460
M
Miranda Lailatul Fitria

MALANGLima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas liputan erupsi Gunung Anak Krakatau mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Ia menyebut para jurnalis tersebut sedang menjalankan tugas yang mulia ketika peristiwa itu terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Wahyu saat menghadiri doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang. Doa bersama digelar jurnalis Malang Raya di Alun-alun Kota Malang, Jumat (11/9/2026).

Menurut Wahyu, tugas jurnalistik memiliki nilai penting karena dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya segera mendapatkan kepastian dan kembali dalam keadaan selamat.

“Doa yang kita harapkan selamat dan ada kepastian keberadaannya. Mereka menjalankan tugas yang mulia,” kata Wahyu.

Ia mengatakan, harapan utama saat ini adalah keselamatan kelima jurnalis tersebut. Wahyu juga berharap mereka segera kembali berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang selama ini menunggu kabar.

“Tadi di Balai Kota juga mengadakan doa bersama kepada lima jurnalis. Semoga segera kembali ke keluarga, ke tengah-tengah kita dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Poster yang dibawa Jurnalis Malang Raya dalam doa bersama. (FOTO: Tria Adha/TI)
Poster yang dibawa Jurnalis Malang Raya dalam doa bersama. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia).

Lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya itu yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Selain lima jurnalis, tiga kru kapal yang turut hilang dalam peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari doa dan harapan keselamatan.

Doa bersama di Alun-alun Kota Malang digelar oleh IJTI Malang, PFI Malang, AJI Malang, dan PWI Malang. Puluhan jurnalis hadir untuk menunjukkan solidaritas sekaligus memanjatkan doa agar rekan-rekan mereka segera ditemukan.

Bagi Wahyu, solidaritas tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tanggung jawab profesinya. Di balik pekerjaan jurnalistik, terdapat keberanian untuk berada di lapangan dan menyampaikan informasi kepada publik.

Kini, para jurnalis Malang Raya hanya berharap satu hal: kepastian tentang keberadaan lima rekan mereka dan tiga kru kapal tersebut.

Sebab, tugas yang mereka jalankan mungkin merupakan kewajiban profesi. Namun bagi keluarga dan rekan-rekan yang menunggu, keselamatan mereka jauh lebih utama.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Hainor Rahman